Hasil RealCount Per Hari Senin, 13 Mei 2019 Pukul 10.00 WIB

Hasil RealCount Per Hari Senin, 13 Mei 2019 Pukul 10.00 WIB – Berikut hasil perhitungan asli yang dikumpulkan dari server KPU langsung.

Hasil RealCount Per Hari Senin, 13 Mei 2019 Pukul 10.00 WIB

Hasil RealCount Per Hari Senin, 13 Mei 2019 Pukul 09.30 WIB

Perhitungan Resmi yang diambil dari server KPU langsung Versi tanggal 13 Mei 2019 pada Pukul 10.00 WIB. Progress TPS yang sudah dihitung adalah sebanyak 639.871 TPS. Keseluruhan jumlah TPS adalah 813.350. Jadi sudah sebanyak 78,67105% TPS yang sudah dihitung masuk dalam perhitungan resmi. Diberitakan bahwa tim Ir.H.Joko Widodo dengan Prof.Dr.(H-C)KH. Ma’aruf Amin Masih Unggul di 56,28% Total suara yang masuk untuk tim Jokowi adalah sebesar 67.782.401 suara. Untuk pihak tim H. Prabowo Subianto dengan H.Sandiaga Salahudin Uno di 43,72%. Total suara yang masuk adalah sebesar 52.527.535 suara.

Diberitakan bahwa traffic server KPU sempat down dikarenakan banyaknya pihak yang mengakses masuk ke server KPU untuk melihat hasil real count. Akan berkurang traffic yang masuk diperkirakan setelah seminggu berjalan.Rekapitulasi akhir KPU secara nasional rencananya akan keluar pada Rabu 22 Mei 2019 (22/5).

Soal Pria Ancam Penggal Jokowi, Istana: Kalau Dibiarkan Orang Bisa Tiru

Pihak istana menyerahkan proses hukum HS yang melontarkan kalimat ancaman penggal kepala Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ke penegak hukum. Istana menegaskan kasus itu sepenuhnya menjadi kewenangan Polri.

“Kalau dari istana maupun dari pak presiden, ini kan menjadi kewenangan penegakan hukum. Penegak hukum memiliki kewenangan, ada regulasinya, ada KUHP-nya. Itu polisi yang secara profesional memiliki kewenangan fungsi dan menjadi tugas kepolisian,” kata Staf Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin saat dihubungi, Minggu (12/5/2019).

Ngabalin menilai perbuatan yang dilakukan HS tak bisa dibiarkan. Jika tidak ditindak, perbuatan serupa juga bisa ditiru oleh orang lain.

“Tentu Polri dalam hal ini bisa mengancam dengan pasal apa saja yang dilakukan oleh polisi. Tentu polisi mengetahui yang dilakukan oleh tersangka, sehingga kalau tidak dilakukan oleh polisi, tidak dilakukan penegakan hukum, itu akan memberikan dampak yang tidak bagus bagi masyarakat, karena masyarakat, siapa saja, melalui media sosial bisa melakukan apa saja sesuka hati mereka dengan mengancam,” papar Ngabalin.

“Melakukan pengancaman pembunuhan terhadap Presiden RI dengan mengucapkan kata-kata ‘Dari Poso nih, siap penggal kepala Jokowi, Jokowi siap lehernya kita penggal kepalanya. Demi Allah’,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Argo menambahkan, bila status tersangka sudah disematkan kepada Hermawan. Dia dijerat dengan Pasal 104 KUHP dan Pasal 27 ayat 4 juncto Pasal 45 ayat 1 UU ITE.

Akan update setiap hari setiap 2x pada pukul 09.30 dan pukul 19.30. Diambil langsung dari server KPU resmi. Jadi sudah Teruji Kebenaran datanya.

Recent search terms :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *