Hasil RealCount Per Hari Sabtu, 18 Mei 2019 Pukul 09.30 WIB

Hasil RealCount Per Hari Sabtu, 18 Mei 2019 Pukul 09.30 WIB – Berikut hasil perhitungan asli yang dikumpulkan dari server KPU langsung.

Hasil RealCount Per Hari Sabtu, 18 Mei 2019 Pukul 09.30 WIB

Hasil RealCount Per Hari Sabtu, 18 Mei 2019 Pukul 09.30 WIB

Perhitungan Resmi yang diambil dari server KPU langsung Versi tanggal 18 Mei 2019 pada Pukul 09.30 WIB. Progress TPS yang sudah dihitung adalah sebanyak 715.005 TPS. Keseluruhan jumlah TPS adalah 813.350. Jadi sudah sebanyak 87,90865% TPS yang sudah dihitung masuk dalam perhitungan resmi. Diberitakan bahwa tim Ir.H.Joko Widodo dengan Prof.Dr.(H-C)KH. Ma’aruf Amin Masih Unggul di 55,84% Total suara yang masuk untuk tim Jokowi adalah sebesar 75.217.796 suara. Untuk pihak tim H. Prabowo Subianto dengan H.Sandiaga Salahudin Uno di 44,16%. Total suara yang masuk adalah sebesar 59.479.375 suara.

Diberitakan bahwa traffic server KPU sempat down dikarenakan banyaknya pihak yang mengakses masuk ke server KPU untuk melihat hasil real count. Akan berkurang traffic yang masuk diperkirakan setelah seminggu berjalan.Rekapitulasi akhir KPU secara nasional rencananya akan keluar pada Rabu 22 Mei 2019 (22/5).

Ngabalin: Bukan Pemerintah yang Takut, Amien Tak Paham People Power Makar

Anggota Dewan Pembina BPN Prabowo-Sandi, Amien Rais menyebut pemerintah takut dengan kiasan people power yang sempat ia serukan. Tenaga Ahli Kedeputian IV KSP Ali Mochtar Ngabalin menyangkal klaim Amien.

“Bukan pemerintah yang takut, Amien Rais yang tidak mengerti bahwa people power itu gerakan makar. Apa urusannya pemerintah dengan pernyataan itu?” ujar Ngabalin saat dimintai konfirmasi, Jumat (17/5/2019).

Menurut Ngabalin, istilah people power yang sempat disampaikan Amien seakan-akan ingin menjatuhkan pemerintahan yang sekarang. Ia mengatakan, pernyataan Amien bisa menjadi bumerang bagi eks Ketua MPR tersebut.

“Kalau dia tidak menyetujui hasil rekap KPU, mengajak orang tidak bayar pajak, kemudian menuduh orang mencuri, menipu, dengan begitu kemudian menyelesaikan masalah demokrasi dengan people power, di antaranya dengan menjatuhkan pemerintahan yang sedang berjalan agar cepat Prabowo dilantik, itu artinya makar. Sebutan people power seperti itu tidak ada alasan konstitusionalnya. Maka menjadi bumerang bagi Amien Rais sendiri,” bebernya.

Seruan people power kini diganti dengan ‘Gerakan Kedaulatan Rakyat’ oleh Amien. Salah satu alasan Amien mengganti istilah tersebut karena menyebut rezim takut pada kiasan ‘people power’.

Akan update setiap hari setiap 2x pada pukul 09.30 dan pukul 19.30. Diambil langsung dari server KPU resmi. Jadi sudah Teruji Kebenaran datanya.

Recent search terms :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *